Crosser Kalimantan Barat Dapat Pengalaman dari Akbar Taufan dan Mamo
Crosser nasional jadi motivasi pembalap daerah.
.

Crosser Kalimantan Barat Dapat Pengalaman dari Akbar Taufan dan Mamo

motorinanews (Putussibau) - Mendatangkan crosser nasional untuk tampil di kejuaraan daerah sangat positif. Ada banyak pengalaman dan trik balap bisa diambil crosser lokal. Itulah yang terjadi pada Putaran 1 Kejurprov Grasstrack Kalimantan Barat.

Uncak Kapuas Racing Team selaku penyelenggara patut diacungi jempol. Pasalnya berani mendatangkan dua crosser nasional jauh-jauh ke Sirkuit Pulau Kambing di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Akbar Taufan dari Salatiga, Jawa Tengah dan Mamo SS dari Yogyakarta meramaikan kompetisi yang didukung Dandim 1206/Putussibau dan Bupati Kapuas Hulu. Kedua crosser turun di kelas berbeda. Akbar diplot main kategori Senior, sedangkan Mamo tampil di kategori Junior. Apa hasilnya?

Kita lihat kategori Senior. Akbar memang mendominasi semua kelas yang diikutinya. Di kelas Bebek 4 Tak Modifikasi 110cc Senior dan Bebek 4 Tak Modifikasi 125cc Senior, Akbar melesat terdepan. Teten Wijaya asal Pontianak dari tim Wahyu Caesar Motor dan M Ali Maruf asal Ketapang membela tim BJM Putussibau yang mampu membuntuti sebagai runner-up pada kedua kelas itu.

Dominasi Akbar Taufan kembali terlihat saat turun di kelas Campuran Sport & Trail dan Free For All alias FFA. Akbar Taufan dan M Ali Maruf saling kejar dan menempel hingga finish. Termasuk pebalap motor Rio Dewara yang gatal balap garuk tanah, hanya mampu naik podium ketiga.

Hasil sama terjadi di kategori Junior. Mamo SS terlihat unggul dalam trik balap. Pada kelas Bebek 4 Tak Modifikasi 110cc dan 125cc, Mamo dari Hidayah Racing Team leading hingga finish. Disini patut dicatat Abimanyu asal Ketapang dan Amir Matbon dari Putussibau sebagai tracker berbakat. Ada pengalaman dan ilmu bisa diperoleh mereka.

Menariknya, disediakan 3 kelas bagi crosser cilik. Panitia membuka kelas Minimoto FFA untuk anak usia 9-12 tahun dan Minimoto usia 9-12 tahun. Selain itu, ada kelas Special Engine 50cc. "Kelas ini menjadi ajang pencarian bibit balap sejak usia dini," sebut Yuliansyah, Ketum Pengprov IMI Kalbar yang menyaksikan langsung di sirkuit.

Kalbar memang menyimpan potensi grasstracker. Musim kompetisi 2018 ada 6 putaran telah diagendakan. "Kami bangga menjadi tuan rumah putaran pertama dan sukses menggelarnya," tutur Kamaruzaman, Koordinator Wilayah IMI Kapuas Hulu yang bertindak selaku Ketua Panitia Penyelenggara.

Hasilnya cukup memuaskan. Sejumlah nama tracker lokal asal Putussibau maupun Kapuas Hulu muncul ke permukaan. Sekarang tinggal pembinaan yang maksimal. Apalagi ada tim BIS Sentosa Putussibau yang cukup kuat. Siplah! (BangVe)

# TAGS : grasstrack kejurprov imi kalbar